About Us

Facebook

@foodwasteindonesia

Twitter

@bdgcerdaspangan

Instagram

@bandungfoodsmartcity

Menurut hasil penelitian Food and  Agriculture Oragization (FAO) pada tahun 2011, sepertiga dari total produksi pangan terbuang, yang mana jumlah tersebut dapat di berikan untuk memberi makan kepada sekitar 700-800 juta orang (FAO, 2011) Sementara The Economist Intelligence Unit menyatakan bahwa Indonesia adalah produsen sampah pangan terbesar kedua di dunia setelah Arab Saudi (Jakarta Globe,2017) . Terdapat sekitar 13 juta ton makanan yang dibuang di Indoesia setiap tahunnya (Smulder, 2016). Sebagai perbandingan, 13  juta ton makanan yang terbuang dalam setahun tersebut adalah setara dengan 500 kali berat Monumen Nasional (Monas) dan dapat memberikan makan bagi 28 juta orang atau skeitar 11% dari jumlah penduduk Indonesia (Gunawan, 2018b). Sementara di sisi lain, ketersediaan pangan di Indonesia semakin rentan karena terjadinya alih fungsi lahan pertanian yang terus meningkat menjadi perumahan, mall, dan pabrik (Indarto, 2018; Irianingsih,2018; Wasliah, 2018b).

Berdasarkan fakta-fakta yang telah dijabarkan maka terbentuklah program Bandung Food Smartcity. Program ini merupakan wujud kolaborasi antara Rikolto veco, Fisip Unpar, dan Pemerintah Kota Bandung dalam rangka mewujudkan Bandung menjaid kota yang cerdas pangan guna mengurangi terjadinya food waste melalui berbagai program dan kegiatan yang dilakukan.